WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label BENGKULU. Show all posts
Showing posts with label BENGKULU. Show all posts
Kelicuk adalah nama makanan khas Rejang yang berupa penganan dengan komposisi terdiri dari pisang yang dicampur dengan beras ketan. Setelah adonan tersebut diaduk-aduk, kemudian dibungkus dengan daun pisang.

Cara memasak

Pisang yang sudah masak dikupas dari kulitnya, kemudian diaduk-aduk sehingga padu. Setelah itu, adonan ini dicampurkan dengan beras ketan yang telah dibersihkan. Sesudah kedua adonan tersebut dipadukan, biasanya ditambah dengan pemanis atau tambahan penyedap lainnya. Adonan tersebut dibungkus dengan daun pisang yang masih segar, biasanya diolesi dengan minyak goreng sebelum adonan dimasukkan. Adonan dan daun pisang tadi dibungkus membentuk kerucut. Kelicuk dimasak dengan cara dikukus ke dalam wadah yang biasa digunakan untuk menanak nasi ataupun alat mengukus nasi yang biasa digunakan suku Rejang pada umumnya.

Arti nama

Makanan ini telah dikenal dan menyebar ke sekitar wilayah Kepahiang, dan sebagian wilayah Sumatera bagian selatan lainnya. Kelicuk yang dikembangkan daerah lain dibungkus tidak berbentuk kerucut. Kelicuk adalah lakuran dari kelituk dan cencuk. Keduanya adalah kata dari bahasa Rejang, kelituk bermakna melipat dan cencuk bermakna ditusuk dengan jari telunjuk. Di saat membungkus masakan ini sehingga membentuk kerucut diperlukan kedua gerakan tangan tersebut, sehingga disebutlah dengan kelicuk.

Kelicuk dalam tradisi Rejang

Makanan tradisional ini biasa disuguhkan saat mengadakan jamuan pernikahan maupun kegiatan tradisi adat Rejang di kabupaten Kepahiang dan sekitarnya pada masa silam. Tradisi ini sudah mulai ditinggalkan, namun masih ada sebagian orang Rejang yang masih membudayakannya. Pada masa kini, kelicuk lebih ditradisikan untuk dijadikan makanan jajanan ataupun sekadar pencuci mulut. Bentuknya yang kerucut dilambangkan supaya pengantin yang dirayakan pernikahan mereka diharapkan tidak mengalami kemandulan atau cepat dikaruniai anak. Masyarakat Rejang di Kepahiang pada zaman dahulu, ada tradisi doa bersama kepada keluarga yang susah mendapatkan anak. Sehingga dilakukan sebuah ritual adat yang para pengikut ritual tersebut dijamukan dengan kelicuk sebagai menu utamanya. Banyak yang mempercayai ritual ini karena telah banyak yang mengakui kemanjuran dari kemistisan kelicuk yang berbentuk kerucut, namun tradisi ini telah sirna ditelan zaman.
Lemea merupakan makanan khas suku rejang di Provinsi Bengkulu. Suku rejang, salah satu suku tertua di Pulau Sumatera.

Sama denga rebung, lemea terbuat dari bambu muda yang dicincang sedemikian rupa sesuai selera.

Sebelum dimasak rebung cincang tadi didiamkan minimal 3 hari. Kemudian barulah bisa dimasak dengan campuran ikan. Aromanya sangat menyengat dan mengunggah selera.

Rasa dari lemea ini pedas dan gurih. Lemea dijadikan sebagai lauk yang diamakan dengan nasi.

Namun bagi yang tidak biasa merasa aneh dengan aroma lemea ini.

Makanan ini menjadi kegemaran orang -orang di Bengkulu maupun di luar Bengkulu.



Resep Masak Pendap, Makanan Khas Bengkulu
Pendap dikenal sebagai makanan khas daerah Provinsi Bengkulu. Makanan ini terbuat dari ikan ditambahi bumbu rempah seperti kunyit, lengkuas, jahe halus yang dibalut dengan daun keladi.
Soal rasa jangan diragukan. Perpaduan daging ikan segar dan rempah asli mampu menggoyang lidah anda.
Pendap biasanya disajikan sebagai menu makanan sehari – hari orang Bengkulu. Bahkan, masakan ini juga sering dihidangkan dalam acara hajatan keluarga.
Menurut Ibu Sasten yang sering memasak pendap, cara membuatnya tidak sulit, yang terpenting semua bahan harus sudah siap.
Nah penasaran kan bagaimana sih rasa dan cara pembuatan pendap. Yuk langsung saja simak resep masak pendap dari Ibu Sasten.
Pertama siapkan bahan. Bahan utama pembuatan pendap adalah ikan. Sebenarnya, untuk jenis ikannya boleh apa saja sesuai selera yang masing – masing, bisa ikan kakap, ikan kembung, ikan nila dan ikan-ikan lainnya.
Disini Ibu Sasten mencoba untuk memasak pendap dengan menggunakan ikan nila.
Bahan – bahan:
4 ekor ikan nila sedang atau setara 400gram yang sudah dicuci bersih
2 batang daun bawang dipotong 1/2 cm
1 tangkai daun seledri diiris kasar
12 lembar daun talas
2 cm lengkuas dimemarkan
1 batang serai dimemarkan
3 sendok makan minyak goreng untuk menumis rempah
2 buah asam kandis
4 lembar daun mangkukan dipotong kasar
Dau pisang untuk pembungkus ikan yang sudah terbalut daun talas
Ruas daun pisang untuk mengikat
1 sedok teh garam
300ML santan tau 1 buah kelapa
100gram kelapa parut
1/4 sendok teh gula pasir
1/4 sendok teh merica bubuk
Bumbu yang dihaluskan :
10 butir bawah merah
5 butir bawang putih
5 buah kemiri
8 buah cabai merah
2 cm kunyit
2 cm jahe
Cara memasak :
1. Remas daun mangkukan dengan 1/2 sendok teh garam kemudian cuci bersih lalu tiriskan
2. Lumuri ikan nila dengan setengah bumbu yang dihaluskan, balutkan daun talas secara berlapis lapis seperti pepes lalu balut lagi dengan daun pisang dan ikat
3. Kukus sekitar 30menit sampai matang
4. Setelah matang angkat kepiring lalu sisihkan
5. Panaskan minyak tumis sisa bumbu yang dihaluskan tadi hingga harum
6. Tambahkan seledri, daun bawang, lengkuas ,serai, asam kandis, dan dau mangkukan samapai layu lalu masukakan kelapa parut dan aduk hingga merata.
7. masukkan santan, garam, gula pasir dan merica bubuk masak hingga kuah mengental dan matang. Setelah matang siram ke atas ikan nila yg sudah di balut daun talas.
Lalu sajikan.
Untuk Lebih menarik, anda boleh menambahkan bawang goreng dan garnis.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba